Selasa, 17 Februari 2009

Terapi Perut

Dasar Syar'i1. "Tempat paling jelek yg diisi oleh manusia adalah perutnya, cukup baginya makan beberapa suapan untuk menegakkan tulang punggung, jika tidak dapat maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minumnya dan sepertiga untuk nafasnya" (HR Tirmidzi) 2. "Hindarilah perut yg kenyang karena dapat merusak agama, menimbulkan penyakit, dan membuat malas dalam ibadah" (HR Abu Nuaim) 3. "Hancurkan makananmu dg zikir dan sholat serta jangan tidur setelah makan maka hatimu menjadi keras" (HR Ibnu Sunni, Thabrani, Baihaqi) 4. Seorang tabib diutus oleh raja mesir kepada rosululloh sebagai ungkapan solidaritas sosial, namun penduduk madinah tidak ada seorangpun berobat dan akhirnya pulang dan bertanya kepada rosululloh apa rahasianya. HR Abu Daud "kami kaum yang tidak makan sehingga merasa lapar dan bila makan kami tidak sampai kenyang"Dasar Ilmiah :Untuk mengkondisikan perut dalam kondisi yang alamiah/ standart/ sehat, maka kita harus mengobati perut dengan cara alamiah, Allah telah menciptakan fitrah manusia dengan ukuran kadar keasaman perut sedemikian hingga yang dapat hidup hanya bakteri baik ( lactobacilus ) dan spora ( yeast ), jika kita gunakan kimia, contohnya mengkonsumsi obat maag, tingkat keasaman perut akan berkurang yang menimbulkan bakteri lain dapat hidup, penguraian makanan oleh lactobacilus dan spora yeast tidak menghasilkan toksin, tapi jika oleh bakteri patogen pasti mengandung toksin yang menimbulkan berbagai penyakit.Jika perut terasa nyeri, kembung, mual dan timbul perasaan tak nyaman di ulu hati, biasanya orang menganggap hal itu sebagai gejala penyakit maag. Namun, sudah minum obat maag banyak-banyak kok penyakitnya tak kunjung sembuh. Malah, kemudian terkena diare. Minum obat diare pun hanya efektif bekerja selama beberapa hari, setelah itu diarenya kambuh lagi. Kebiasaan orang Indonesia yang lebih suka menerka-nerka penyakit dan mengobati diri sendiri, menciptakan iklim dimana seseorang baru akan ke dokter jika penyakitnya sudah parah dan tubuh sudah tak bisa diajak kompromi. Kalau saja gejala itu sudah diketahui sejak awal, tentu penyakit tak perlu berlama-lama bersemayam dalam tubuh. Seperti dikatakan dokter Gastroenterologi dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam, RS Cipto Mangunkusumo, Ari Fahrial Syam bahwa nyeri perut bisa diartikan macam-macam, tergantung posisinya. Jika lokasi nyeri perut ada di ulu hati, kemungkinan terkena penyakit cukup beragam yaitu radang pankreas, tukak usus dua belas jari, kanker pankreas, hepatitis, radang paru atau serangan jantung. Dan untuk mengatasi penyakit di bagian perut ini jangan menggunakan obat kimia, kita harus mengatasi bakteri patogen yang ada didalam perut dengan musuh alamiahnya yaitu lactobacilus dan spora yeast, sifat dari lactobacilus dan spora yeast menghasilkan zat yang menimbulkan bakteri patogen tidak dapat hidup, yang pastinya jika pencernaan sehat, maka maka pengolahan makanan sempurna dan tidak menimbulkan penyakit di organ tubuh lainnya, karena jika pencernaan baik, maka zat makanan yang dialirkan darah keseluruh tubuh juga baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar